Kabupaten ini sering dijuluki sebagai "The Heart of Gorontalo" karena letaknya yang berada di tengah-tengah Provinsi Gorontalo. Kabupaten ini merupakan daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Gorontalo pada tahun 1999 yang kini berkembang pesat sebagai pusat pariwisata dan pertanian.
Ibukota kabupaten Boalemo adalah kecamatan Tilamuta dengan luas wilayah sekitar 1.521,88 km² batas wilayah bagian utara berbatasan dengan Laut Sulawesi bagian selatan berbatasan dengan Teluk Tomini bagian Barat dengan Kabupaten Pohuwato dedangkan bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Boalemo terdiri dari 7 Kecamatan yaitu Tilamuta, Dulupi, Wonosari, Paguyaman, Paguyaman Pantai, Botumoito, dan Mananggu.
Boalemo adalah "surga" bagi pecinta wisata air. Teluk Tomini yang tenang memberikan keunggulan berupa perairan yang jernih dan ekosistem bawah laut yang terjaga. Keunggulan ini menjadikan Boalemo menjadi tempat wisata yang mempesona di antaranya :
1. Pantai Bolihutuo: Pantai dengan garis pantai yang panjang, pasir putih, dan deretan pohon pinus yang rindang.
2. Taman Laut Boalemo: Menawarkan titik selam (diving) dengan terumbu karang yang eksotis.
3. Air Terjun Ayuhulalo: Wisata alam hijau yang menyegarkan di tengah hutan tropis.
Perekonomian Boalemo didominasi oleh sektor Pertanian Jagung (andalan utama), Kelapa, dan Kakao, Perikanan Ikan tangkap (Cakalang, Tuna) karena berbatasan langsung dengan Teluk Tomini. Peternakan Sapi potong (salah satu pemasok besar di wilayah Gorontalo), Industri Pengolahan tepung jagung dan gula (Pabrik Gula di Paguyaman)
Masyarakat Boalemo dikenal sangat heterogen namun harmonis. Selain suku asli Gorontalo, Boalemo merupakan rumah bagi banyak transmigran, sehingga Anda akan menemukan komunitas Jawa, Bali, dan Bugis yang hidup berdampingan. Tradisi Boalemo Masih kental dengan adat Luluo (filosofi kehidupan Gorontalo) dan perayaan keagamaan seperti Dikili (Maulid Nabi) yang dirayakan dengan sangat meriah.
Pemerintah daerah saat ini sedang gencar mendorong investasi di berbagai bidang di antaranya adalah : Agribisnis untuk investasi Industrialisasi hasil jagung dan kelapa. Energi Terbarukan Potensi tenaga surya dan biomassa serta Infrastruktur Wisatad dengan membuka peluang investasi bagi investor untuk dapat membangun fasilitas pendukung di sekitar kawasan Pulo Cinta dan Bolihutuo.