Profil Kabupaten Pohuwato

Profil Kabupaten Pohuwato

Kabupaten Pohuwato  dikenal sebagai salah satu wilayah strategis di Provinsi Gorontalo dengan julukan "Bumi Panua". Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Boalemo yang resmi berdiri pada 25 Februari 2003 berdasarkan UU No. 6 Tahun 2003. Ber ibu kota di Kecamatan Marisa, kabupaten ini terletak di bagian paling barat Provinsi Gorontalo dan berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah.

Luas Wilayah Kabupaten ini sekitar 4.244,31 km², menjadikannya kabupaten terluas di Provinsi Gorontalo (mencakup sekitar 35% luas provinsi). Populasinya menurut data terbaru tahun 2024-2025, jumlah penduduknya terus berkembang (terakhir tercatat sekitar 141.000 hingga 150.000 jiwa). Topografi wilayahnya sangat beragam, mulai dari pesisir pantai di sepanjang Teluk Tomini hingga perbukitan dan pegunungan di sisi utara.

Perekonomian Pohuwato didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyumbang lebih dari 55% PDRB daerah. Komoditas Jagung andalan utama. Pohuwato merupakan salah satu lumbung jagung terbesar di Gorontalo. Sektor Pertambangan di daerah ini memiliki potensi emas yang besar, terutama di wilayah Paguat dan Buntulia. Disamping itu wilayah ini pun memiliki tambak udang dan bandeng yang luas, khususnya di Kecamatan Randangan.

Pohuwato menawarkan destinasi wisata alam yang menarik, di antaranya:

1.      Wisata Pantai Pohon Cinta merupakan Landmark kota Marisa yang dikelilingi hutan mangrove dan menjadi pusat kegiatan masyarakat.

2.      Pantai Libuo: Terkenal dengan pasir putihnya dan akses yang mudah karena berada di jalur Trans Sulawesi.

3.      Wisata Budaya & Desa Wisata: Seperti Desa Torosiaje yang merupakan perkampungan terapung suku Bajo di Kecamatan Popayato.

Saat ini Kabupaten Pohuwato terdiri dari 13 kecamatan yakni  Marisa (Ibu Kota), Paguat, Popayato & Popayato Barat/Timur, Lemito, Randangan, Taluditi, Buntulia, Duhiadaa, Patilanggio dan Wanggarasi.

Kabupaten Pohuwato menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan dalam setahun terakhir, terutama karena dorongan sektor investasi. Pertumbuhan Ekonomi (2025/2026) mencapai angka fantastis 9,8%. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi rata-rata Provinsi Gorontalo yang berada di angka 5,7%.  Angka Kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 15,24% pada tahun 2025 (turun dari 17,11% di tahun 2024). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Berada di angka 2,83%, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi (3,2%), yang mengindikasikan ketersediaan lapangan kerja yang cukup baik. Struktur Ekonomi (PDRB) masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (56,28%), disusul oleh sektor Pertambangan dan Konstruksi yang mulai meningkat seiring masuknya investasi swasta nasional. Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk tercatat sekitar 150.000 jiwa dengan kepadatan tertinggi di pusat kota (Marisa).