Profil Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut)
Kabupaten Gorontalo Utara dikenal dengan julukan "Gerbang Utara" karena posisinya yang strategis menghadap Laut Sulawesi.
Kabupaten ini resmi mekar dari Kabupaten Gorontalo pada 2 Januari 2007 berdasarkan UU No. 11 Tahun 2007. Ibu kotanya terletak di Kwandang, yang sejak zaman kolonial sudah dikenal sebagai pelabuhan penting di pesisir utara Sulawesi. Luas Wilayahnya Sekitar 1.777 km². dengan Garis Pantai yang terpanjang di Provinsi Gorontalo (sekitar 317 km), mencakup puluhan pulau kecil yang eksotis. Topografi nya didominasi oleh wilayah pesisir di utara dan pegunungan di sisi selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah). Dengan Populasi Tercatat sekitar 128.000 - 135.000 jiwa (Data Proyeksi 2025/2026).
Ekonomi Gorontalo Utara sangat bergantung pada sektor kelautan dan posisi strategis pelabuhannya. PDRB Sektor Perikanan & Kelautan Menjadi tulang punggung utama. Gorut adalah penyuplai ikan tuna dan cakalang terbesar untuk pasar lokal dan ekspor. Sektor Pertanian daerah ini terfokus pada tanaman pangan (padi dan jagung) serta perkebunan kelapa.
Infrastruktur Strategis yang ada di Kabupaten Gorut yakni dengan adanya Pelabuhan Internasional Anggrek yang saat ini sedang dikembangkan melalui skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) untuk menjadi pusat logistik di Indonesia Timur.
Pertumbuhan Ekonomi Gorut stabil di angka 5,2% - 5,5% pada tahun 2025 yang memiliki 11 Kecamatan yaitu :
· Atinggola (Perbatasan Sulawesi Utara)
· Gentuma Raya
· Tomilito
· Kwandang (Pusat Pemerintahan)
· Ponelo Kepulauan (Kecamatan Kepulauan)
· Anggrek (Kawasan Industri Pelabuhan)
· Monano
· Sumalata & Sumalata Timur
· Biau
· Tolinggula (Perbatasan Sulawesi Tengah)
Gorontalo Utara adalah "primadona" wisata bahari di Provinsi Gorontalo. Beberapa Destinasi Wisata unggulannya:
1. Pulau Saronde yang merupakan destinasi wisata kelas dunia dengan pasir putih halus dan air kristal. Sering disebut sebagai "Maladewa-nya Gorontalo".
2. Pulau Bugisa & Pulau Mohinggito pun terkenal dengan spot snorkeling dan diving yang masih sangat terjaga.
3. Benteng Oranye yakni situs sejarah peninggalan Kolonial Belanda yang terletak di pusat Kwandang, saksi bisu kejayaan perdagangan rempah di masa lalu.