Pada tahun 2026, ekonomi Gorontalo diproyeksikan tumbuh menguat dengan target ambisius sebesar 5,86 persen (berdasarkan target makro RKPD). Pertumbuhan ini merupakan lompatan signifikan dari realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,13 persen. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi sektor pertanian melalui hilirisasi serta penguatan ekosistem investasi daerah yang mulai membuahkan hasil. Meskipun menunjukkan tren positif, pemerintah daerah terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi Gorontalo dapat melampaui rata-rata nasional guna mempercepat pengurangan angka kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada tahun 2026 bertumpu pada beberapa sektor kunci yang mengalami transformasi yaitu :
· Sektor Penggerak Utama adalah Lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tetap menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan yang stabil di kisaran 8,61% hingga 9,50%. Selain itu, sektor Konstruksi dan Penyediaan Akomodasi Makan Minum mulai mengambil peran besar sebagai dampak dari peningkatan proyek infrastruktur strategis dan pariwisata.
· Pemulihan Sektor Keuangan pada Lapangan usaha Jasa Keuangan, yang pada tahun 2023 mengalami kontraksi dalam sebesar 7,39%, kini mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Melalui program digitalisasi PAD dan penguatan akses kredit UMKM, sektor ini ditargetkan keluar dari zona kontraksi menuju pertumbuhan positif tipis di angka 1,20%.
Fokus Strategis 2026 sesuai arah kebijakan RKPD, pemerintah fokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada PDRB, sehingga ekonomi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan komoditas mentah